Sabtu, 16 April 2016

Manajemen sistem informasi dan sistem informasi asuransi

MANAJEMEN SISTEM INFROMASI DAN SISTEM INFORMASI ASURANSI

NAMA                       : Dwi Nur Rahmawati
NPM                          :12113684
KELAS                                    : 3KA07


FAKULTAS ILMU KOMPUTER TEKNOLOGI DAN INFORMASI
SISTEM INFORMASI
UNIVERSITAS GUNADARMA
2016

MATA KULIAH                        : SISTEM INFORMASI ASURANSI DAN KEUANGAN
DOSEN                                    : MARGARETA GULO

PERAN TEKNOLOGI INFORMASI DALAM ORGANISASI
Departemen IT sering kali dipandang sebelah mata karena merupakan departemen yang hanya bisa menghabiskan uang tanpa bisa menghasilkan uang, hal inilah yang kadang menjadi problematika tersendiri bagi departemen IT di perusahaan. Terkadang banyak perusahaan memandang sebelah mata akan peran IT dalam menunjang proses di Perusahaan tersebut, memang belum banyak alat ukur yang dapat digunakan untuk mengukur seberapa besar IT berperan atau ikut andil dalam memajukan perusahaan ?
Saat ini penerapan teknologi informasi dan komunikasi diperlukan dalam dunia bisnis sebagai alat bantu dalam upaya memenangkan persaingan. Pembangunan Teknologi Informasi Perusahaan dilakukan secara bertahap sebelum sebuah sistem holistik atau menyeluruh selesai dibangun, hal tersebut disesuaikan dengan kekuatan sumber dayayang dimiliki. Dalam penerapannya rencana strategis TeknologiInformasi senantiasa diselaraskan dengan Rencana Perusahaan, agarsetiap penerapan Teknologi Informasi dapat memberikan nilai bagi Perusahaan. Mengacu kepada Arsitektur Teknologi Informasi Perusahaan pembangunan, penerapan Teknologi Informasi yang dilakukan dikategorikan sebagai berikut :
1.      Aplikasi Teknologi Informasi yang menjadi landasan dari berbagai aplikasi lain yang ada di dalam Perusahaan antara lain sistem operasi, basis data, network management dan lain-lain.
2.      Aplikasi yang sifatnya mendasar (utility) yaitu aplikasi Teknologi Informasi yang dipergunakan untuk berbagai urusan utilisasi sumber daya Perusahaan anatara lain sistem penggajian, sistem akuntansi & keuangan dan lain-lain.
3.      Aplikasi Teknologi Informasi yang sesuai dengan kebutuhan spesifikPerusahaan terutama yang berkaitan dengan proses penciptaan produk/jasa yang ditawarkan Perusahaan antara lain Aplikasi Properti, Aplikasi Forwarding dan Aplikasi Pergudangan.
Jadi sebenarnya penerapan IT ini akan sangat menghemat biaya di semua aspek, baik tenaga kerja, proses, pemasaran, maupun manajemen. Dan penerapan IT ini juga akan dapat mempercepat kemajuan perusahaan, dengan semain meningkatnya margin perusahaan.
Untuk mengetahui secara pasti berapa keuntungan yang dihasilkan oleh IT maka Anda dapat menghitungnya dari penghematan-penghematan yang dihasilkan perusahaan Anda sebagai imbas dari penerapan IT dikonversikan ke Rupiah, dan kemajuan-kemajuan yang dicapai perusahaan anda dari penerapan IT ini, maka akan muncul angka yang cukup signifikan.


MISI DAN TUJUAN SISTEM INFORMASI
Berikut ini tujuan dari sistem informasi manajemen.:
1.      Menyediakan suatu informasi untuk pengambilan suatu keputusan.
2.      Menyediakan suatu informasi yang dipergunakan didalam suatu perencanaan, pengendalian, pengevaluasian dan juga perbaikan berkelanjutan.
3.      Menyediakan suatu informasi yang dipergunakan di dalam suatu perhitungan harga pokok produk, jasa dan tujuan lainnya yang diinginkan oleh manajemen.
Dari Ketiga tujuan tersebut menunjukkan bahwa manajer dana pengguna lainnya, perlu memiliki akses menuju informasi akuntansi manajemen dan juga mengetahui bagaimana cara untuk dapat menggunakannya. Informasi akuntansi manajemen tersebut bisa membantu mereka dalam mengidentifikasi suatu masalah, menyelesaikan suatu masalah dan mengevaluasi kinerja yang telah dilakukan.
PENGGUNA DAN PELAKU SISTEM INFORMASI
Pada awalnya, pemakai output komputer pada perusahaan adalah pegawai administrasi di bagian akuntansi, yang komputernya melaksanakan aplikasi seperti pembayaran gaji pegawai, pengelolaan persedian (inventory control), dan penagihan. Sebagian informasi juga disediakan bagi para manajer, tetapi hanya sebagai output tambahan dari aplikasi akuntansi.
Pelaku sistem informasi manajemen adalah orang yang melakukan suatu perbuatan yang berhubungan dengan system informasi
Pengguna system informasi manajemen adalah orang yang menggunakan atau memanfaatkan system informasi manajemen ,bias diklasifikasikan menjadi 3 tingkatan manajemen yaitu
1.      Manajer tingkat perencanaan stratejik (strategic planning);Merupakan manajer tingkat atas, seperti para jajaranMenteri, paraeselon I, di mana keputusan-keputusan yang dibuatnya berkenaan dengan perencanaan stratejik yang meliputi proses evaluasi lingkungan luar organisasi, penetapan tujuan organisasi, dan penentuan strategi organisasi.
2.      Manajer tingkat pengendalianmanajemen (management control); Yang dikenal juga dengan istilah manajer tingkat menengah, Mempunyai tanggung jawab untuk menjabar kan rencana stratejik yang Sudah ditetapkan kedalam pelaksanaan nya dan meyakinkan bahwa Tujuan organisasia kan tercapai. Termasuk dalam kelompok ini Misalnya adalah Pejabat Eselon II, Kepala Kantor Wilayah, Kepala Dinas, dan Eselon III, Kepala Bagian/Bidang.
3.      Manajertingkat pengendalian operasi(operational control) Merupakan manajer tingkat bawah misalnya eselon IV dan V, Bertanggung jawab melaksanakan rencana yang sudah ditetapkan oleh Manajertingkat menengah, yang terwujuddalamoperasi/kegiatan organisasi.
Penggolongan manajer menurut tingkatnya mempunyai pengaruh Signifikan dalam mendisain sis tem informasi yang berkaitan dengan Sumber informasi, cara penyajian, dan jenis keputusannya. Manajer Tingkat perencanaan stratejik akan lebih banyak menerima informasi yang Berasal dari lingkungan luar organisasi dari pada informasi intern, dan Sebaliknya untuk manajer tingkat bawah. Dari segi penyajiannya, manajer Tingkat atas lebih menyukai informasi dalam bentuk ringkas, bukan detil. Sebaliknya, manajer tingkat bawah lebih menekan kan pada informasi detil, bukan ringkas. Sedang berdasarkanjenis keputusan yang  diambil, keputusan yang dibuat oleh manajer tingkat atas lebih tidakterstruktur dibandingkan keputusan yang diambil oleh manajer tingkat yang lebih rendah. Keputusan yang terstruktur merupakan keputusan yang sifatnya berulangulang Dan rutin sehingga unsur-unsurnya lebih mudah untuk dimengerti.
Dengan demikian secara ringkas para pengguna dan pelaku sistem informasi meliputi :
1.      Manajer
2.      Non-manajer
3.      Orang dan unit organisasi yang ada dalam organisasi dan lingkungannya.
TREND INFORMASI TERBARU
Trend dari sistem informasi terkini dari segi teknologi dan manajemen yaitu posel digital/ smartphone, layanan perangkat lunak online dan cloud computing. Cloud computing ini merupakan gabungan dari pemanfaatan teknologi (komputasi) dan pengembangan berbasis internet. Penggunaan aplikasi iPhone dan iPad dalam bisnis, seperti Salesforce.com; FedEx Mobile; iTimeSheet; Quick Office Connect; Documents to Go; GoodReader; Evernote; WebEx untuk kepentingan menghadiri pertemuan online, memeriksa perintah, bekerja dengan file dan dokumen, atau memperoleh intelijen bisnis. Dari segi organisasi, perubahan yang terjadi adalah penggunaan basis Web dalam bekerjasama/ berkolaborasi, baik dengan karyawan dan pelanggan. Bahkan budaya “telework” meningkat dalam lingkungan kerja.
Trend yang dominan dalam Sistem Informasi
1.       Inisiatif dan penanggung jawab tidak lagi dilakukan hanya oleh CIO (Chief  Information Officer) sendiri, tapi juga oleh Executive Board;
2.      Pergeseran  peran  IS Department  dari  sebagai  Application  delivery  menjadi  System integration dan pengembang infrastruktur;
3.      Perkembangan  internet  dan  intranet menghasilkan  world  wide  connectivity  dan memungkinkan adanya common user interface untuk semua system.

MANAJEMEN INFORMASI
Definisi  sistem informasi manajemen, istilah yang umum dikenal orang adalah sebuah sistem manusia/mesin yang terpadu (intregeted) untuk menyajikan informasi guna mendukung fungsi operasi, manajemen, dan pengambilan keputusan dalam sebuah organisasi. Sistem ini menggunakan perangkat keras (hardware) dan perangkat lunak (software) komputer, prosedur pedoman, model manajemen dan keputusan, dan sebuah “data base”.
            Definisi Manajemen Menurut Para Ahli
Donald W. Kroeber mendefinisikan Sistem Informasi Manajemen sebagai sejumlah proses dalam menyajikan informasi kepada para manajer yang digunakan untuk mendukung kegiatan operasional serta pengambilan sebuah keputusan didalam suatu organisasi.
Senada Dengan Donald W. Kroeber, Gordon B. Davis juga mengatakan hal yang senada, Gordon B. Davis mengartikan Sistem Informasi Manajemen sebagai sebuah sistem yang terintegrasi dimana sistem tersebut menyajikan informasi yang berguna untuk menunjang operasional manajemen dan berfungsi sebagai bahan pengambilan sebuah keputusan dalam suatu organisasi. Sistem yang dimaksud memanfaatkan perangkat lunak dan perangkat keras komputer serta prosedur prosedur yang bersifat manual seperti model untuk analisa, perencanaan, pengawasan serta pengambilan suatu keputusan.
Sistem Informasi manajemen dapat digambarkan dalam rupa bangunan piramid.
·         Lapisan Dasar - Terdiri atas informasi dalam pengolahan transaksi, penjelasan mengenai status dan lain sebagainya
·         Lapiran Kedua - Terdiri atas sumber informasi didalam mendukung operasional manajemen sehari hari
·         Lapisan Ketiga - Terdiri atas sumber daya sistem informasi dalam membantu sebuah perencanaan taktis serta pengambilan sebuah keputusan dalam pengendalian manajemen
·         Lapisan Puncak - Terdiri atas sumber daya informasi yang bertujuan mendukung sebuah perencanaan serta perumusuan suatu kebijakan oleh manajemen puncak


MANFAAT MANAJEMEN INFORMASI
Supaya informasi yang dihasilkan oleh sistem informasi dapat berguna bagi manajamen, maka analis sistem harus mengetahui kebutuhan-kebutuhan informasi yang dibutuhkannya, yaitu dengan mengetahui kegiatan-kegiatan untuk masing-masing tingkat (level) manajemen dan tipe keputusan yang diambilnya. Berdasarkan pada pengertian-pengertian di atas, maka terlihat bahwa tujuan dibentuknya Sistem Informasi Manajemen atau SIM adalah supaya organisasi memiliki informasi yang bermanfaat dalam pembuatan keputusan manajemen, baik yang meyangkut keputusan-keputusan rutin maupun keputusan-keputusan yang strategis.
Sehingga SIM adalah suatu sistem yang menyediakan kepada pengelola organisasi data maupun informasi yang berkaitan dengan pelaksanaan tugas-tugas organisasi.
Beberapa manfaat atau fungsi sistem informasi antara lain adalah sebagai berikut:
1. Meningkatkan aksesibilitas data yang tersaji secara tepat waktu dan akurat bagi para pemakai, tanpa mengharuskan adanya prantara sistem informasi.
2. Menjamin tersedianya kualitas dan keterampilan dalam memanfaatkan sistem informasi secara kritis.
3. Mengembangkan proses perencanaan yang efektif.
4. Mengidentifikasi kebutuhan-kebutuhan akan keterampilan pendukung sistem informasi.
5. Menetapkan investasi yang akan diarahkan pada sistem informasi.
6. Mengantisipasi dan memahami konsekuensi-konsekuensi ekonomis dari sistem informasi dan teknologi baru.
7. Memperbaiki produktivitas dalam aplikasi pengembangan dan pemeliharaan sistem.
8. Organisasi menggunakan sistem informasi untuk mengolah transaksi-transaksi, mengurangi biaya dan menghasilkan pendapatan sebagai salah satu produk atau pelayanan mereka.
9. Bank menggunakan sistem informasi untuk mengolah cek-cek nasabah dan membuat berbagai laporan rekening koran dan transaksi yang terjadi.


            MANAJEMEN BIAYA DAN MANFAATNYA
            Manajemen Biaya adalah sistem yang didesain untuk menyediakan informasi bagi manajemen untuk pengidentifikasian peluang-peluang penyempurnaan, perencanaan strategi, dan pembuatan keputusan operasional mengenai pengadaan dan penggunaan suber-sumber yang diperlukan oleh organisasi. Sistem manajemen biaya terdiri atas semua alat-alat, teknik-teknik, dan metode-metode yang secara bersama-sama membentuk suatu sistem manajemen biaya.
Tujuan-tujuan Sistem Manajemen Biaya dapat digolongkan menjadi empat bidang sebagai berikut :
1.          Mengidentifikasikan biaya aktivitaS
2.           Menentukan efisiensi, efektivitas, dan ekonomi aktivitas-aktivitas
3.           Menyempurnakan kinerja masa depan
4.           Mencapai ketiga tujuan tersebut bersama-sama dalam lingkungan perubahan teknologi
Manfaat Sistem Manajemen Biaya membantu manajemen untuk :
1.      Merencanakan dan mengendalikan organisasi.
2.       Meningkatkan keterlacakan biaya,
3.      Mengoptimumkan kinerja daur hidup
4.      Membuat keputusan
5.       Manajemen investasi
6.       Mengukur kinerja dan Mendukung otomasi dan filosofi pemanufakturan
PERUSAHAAN ASURANSI SEBAGAI PENYEDIA DAN PENGGUNA INFORMASI
            Perusahaan asuransi biasanya  berkomitmen untuk menjaga privasi konsumen. sebuah perusahaan asuransi  tidak akan mengumpulkan informasi apapun yang mengidentifikasikan identitas pribadi Anda sampai konsumen memutuskan untuk membeli produk asuransi nya, mendaftar sebagai anggota, dan / atau memberikan informasi untuk tujuan aplikasi pekerjaan.
Kecuali seperti yang ditentukan dalam "Pengumpulan Informasi Pribadi" . maka perusahaan tersebut  tidak akan mengungkapkan informasi pribadi Anda kepada pihak ketiga kecuali atas izin Anda atau dalam kondisi khusus. Perusahaan akan mengambil semua langkah yang wajar untuk memastikan bahwa data pribadi yang konsumen  berikan kepada perusahaan  disimpan dengan baik.

Berikut ini adalah beberapa tujuan informasi pribadi dikumpulkan oleh Perusahaan asuransi :
a.      Penyediaan dan desain asuransi, jasa keuangan atau produk terkait;
b.      Proses dari setiap kredit, medis, keamanan, pemeriksaan underwriting dan klaim asuransi.
c.       Statistik dan penelitian;
d.      Pemasaran (termasuk pemasaran langsung) asuransi, jasa keuangan atau produk terkait wealth management oleh Perusahaan tersebut, afiliasinya atau mitra lembaga keuangan.
Secara umunya Sistem informasi perusahaan adalah suatu pengorganisasian peralatan untuk mengumpulkan, menginput, memproses, menyimpan, mengatur, mengontrol, dan melaporkan informasi untuk pencapaian tujuan perusahaan
MANFAAT INFORMASI BAGI PERUSAHAAN ASURANSI
Meningkatnya pertumbuhan dan perkembangan ekonomi  di Indonesia terutama di sektor indutri keuangan tidak lepas dari peran teknologi dan komunikasi. Di dalamnya juga tidak terlepas dari masyarakat yang berperan sebagai pengelola dan pengguna lembaga-lembaga keuangan syariah. Untuk menjalankan mekanisme operasional lembaga-lembaga tersebut maka dibutuhkan SDM yang mumpuni dengan teknologi yang canggih. Dari sinilah fungsi dan peranan teknologi sangat penting dalam menjalankan mekanisme operasional lembaga-lembaga keuangan , khususnya Perbankan dan Asuransi . Bahkan untuk meningkatkan kualitas kerja dan mutu pelayanan Perbankan dan Asuransi  digunakan juga teknologi.
Dalam perusahaan Asuransi  sistem informasi juga memiliki peranan yang sangat penting. Di antaranya sistem informasi aplikasi Asuransi  yang meliputi sistem penggunaan komputer yang meliputi sistem informasi keuangan, sistem informasi konsumen, sistem informasi pendapatan perusahaan Asuransi , sistem informasi berkonsep , sistem informasi channel management, sistem informasi actuarial and claim management, sistem informasi finance and assets managemen, sistem informasi human resources management, sistem informasi corporate management.
Dari uraian tersebut maka sangatlah jelas bahwa teknologi sistem informasi memiliki peranan dan fungsi yang sangat penting bagi industri keuangan syariah terutama Perbankan dan Asuransi Syariah dalam menjalankan aktivitas perusahaannya.


DAFTAR PUSTAKA:



2 komentar: