MANAJEMEN SISTEM INFROMASI DAN SISTEM INFORMASI ASURANSI

NAMA : Dwi Nur
Rahmawati
NPM :12113684
KELAS :
3KA07
FAKULTAS ILMU KOMPUTER TEKNOLOGI DAN INFORMASI
SISTEM INFORMASI
UNIVERSITAS GUNADARMA
2016
MATA KULIAH :
SISTEM INFORMASI ASURANSI DAN KEUANGAN
DOSEN :
MARGARETA GULO
PERAN TEKNOLOGI INFORMASI DALAM ORGANISASI
Departemen IT sering kali
dipandang sebelah mata karena merupakan departemen yang hanya bisa menghabiskan
uang tanpa bisa menghasilkan uang, hal inilah yang kadang menjadi problematika
tersendiri bagi departemen IT di perusahaan. Terkadang banyak perusahaan
memandang sebelah mata akan peran IT dalam menunjang proses di Perusahaan
tersebut, memang belum banyak alat ukur yang dapat digunakan untuk mengukur
seberapa besar IT berperan atau ikut andil dalam memajukan perusahaan ?
Saat ini penerapan teknologi
informasi dan komunikasi diperlukan dalam dunia bisnis sebagai alat bantu dalam
upaya memenangkan persaingan. Pembangunan Teknologi Informasi Perusahaan
dilakukan secara bertahap sebelum sebuah sistem holistik atau menyeluruh
selesai dibangun, hal tersebut disesuaikan dengan kekuatan sumber dayayang
dimiliki. Dalam penerapannya rencana strategis TeknologiInformasi senantiasa
diselaraskan dengan Rencana Perusahaan, agarsetiap penerapan Teknologi
Informasi dapat memberikan nilai bagi Perusahaan. Mengacu kepada Arsitektur
Teknologi Informasi Perusahaan pembangunan, penerapan Teknologi Informasi yang
dilakukan dikategorikan sebagai berikut :
1. Aplikasi
Teknologi Informasi yang menjadi landasan dari berbagai aplikasi lain yang ada
di dalam Perusahaan antara lain sistem operasi, basis data, network management
dan lain-lain.
2. Aplikasi
yang sifatnya mendasar (utility) yaitu aplikasi Teknologi Informasi yang
dipergunakan untuk berbagai urusan utilisasi sumber daya Perusahaan anatara
lain sistem penggajian, sistem akuntansi & keuangan dan lain-lain.
3. Aplikasi
Teknologi Informasi yang sesuai dengan kebutuhan spesifikPerusahaan terutama
yang berkaitan dengan proses penciptaan produk/jasa yang ditawarkan Perusahaan
antara lain Aplikasi Properti, Aplikasi Forwarding dan Aplikasi Pergudangan.
Jadi sebenarnya penerapan IT ini
akan sangat menghemat biaya di semua aspek, baik tenaga kerja, proses,
pemasaran, maupun manajemen. Dan penerapan IT ini juga akan dapat mempercepat
kemajuan perusahaan, dengan semain meningkatnya margin perusahaan.
Untuk mengetahui secara pasti
berapa keuntungan yang dihasilkan oleh IT maka Anda dapat menghitungnya dari
penghematan-penghematan yang dihasilkan perusahaan Anda sebagai imbas dari
penerapan IT dikonversikan ke Rupiah, dan kemajuan-kemajuan yang dicapai
perusahaan anda dari penerapan IT ini, maka akan muncul angka yang cukup
signifikan.
MISI DAN TUJUAN SISTEM INFORMASI
Berikut ini tujuan dari sistem
informasi manajemen.:
1. Menyediakan
suatu informasi untuk pengambilan suatu keputusan.
2. Menyediakan
suatu informasi yang dipergunakan didalam suatu perencanaan, pengendalian,
pengevaluasian dan juga perbaikan berkelanjutan.
3. Menyediakan
suatu informasi yang dipergunakan di dalam suatu perhitungan harga pokok
produk, jasa dan tujuan lainnya yang diinginkan oleh manajemen.
Dari Ketiga tujuan tersebut
menunjukkan bahwa manajer dana pengguna lainnya, perlu memiliki akses menuju
informasi akuntansi manajemen dan juga mengetahui bagaimana cara untuk dapat
menggunakannya. Informasi akuntansi manajemen tersebut bisa membantu mereka
dalam mengidentifikasi suatu masalah, menyelesaikan suatu masalah dan
mengevaluasi kinerja yang telah dilakukan.
PENGGUNA DAN PELAKU SISTEM
INFORMASI
Pada awalnya, pemakai output
komputer pada perusahaan adalah pegawai administrasi di bagian akuntansi, yang
komputernya melaksanakan aplikasi seperti pembayaran gaji pegawai, pengelolaan
persedian (inventory control), dan penagihan. Sebagian informasi juga disediakan
bagi para manajer, tetapi hanya sebagai output tambahan dari aplikasi
akuntansi.
Pelaku sistem informasi manajemen
adalah orang yang melakukan suatu perbuatan yang berhubungan dengan system
informasi
Pengguna system informasi manajemen
adalah orang yang menggunakan atau memanfaatkan system informasi manajemen
,bias diklasifikasikan menjadi 3 tingkatan manajemen yaitu
1. Manajer
tingkat perencanaan stratejik (strategic planning);Merupakan manajer tingkat
atas, seperti para jajaranMenteri, paraeselon I, di mana keputusan-keputusan
yang dibuatnya berkenaan dengan perencanaan stratejik yang meliputi proses
evaluasi lingkungan luar organisasi, penetapan tujuan organisasi, dan penentuan
strategi organisasi.
2. Manajer
tingkat pengendalianmanajemen (management control); Yang dikenal juga dengan
istilah manajer tingkat menengah, Mempunyai tanggung jawab untuk menjabar kan
rencana stratejik yang Sudah ditetapkan kedalam pelaksanaan nya dan meyakinkan
bahwa Tujuan organisasia kan tercapai. Termasuk dalam kelompok ini Misalnya
adalah Pejabat Eselon II, Kepala Kantor Wilayah, Kepala Dinas, dan Eselon III,
Kepala Bagian/Bidang.
3. Manajertingkat
pengendalian operasi(operational control) Merupakan manajer tingkat bawah
misalnya eselon IV dan V, Bertanggung jawab melaksanakan rencana yang sudah
ditetapkan oleh Manajertingkat menengah, yang terwujuddalamoperasi/kegiatan organisasi.
Penggolongan manajer menurut
tingkatnya mempunyai pengaruh Signifikan dalam mendisain sis tem informasi yang
berkaitan dengan Sumber informasi, cara penyajian, dan jenis keputusannya.
Manajer Tingkat perencanaan stratejik akan lebih banyak menerima informasi yang
Berasal dari lingkungan luar organisasi dari pada informasi intern, dan Sebaliknya
untuk manajer tingkat bawah. Dari segi penyajiannya, manajer Tingkat atas lebih
menyukai informasi dalam bentuk ringkas, bukan detil. Sebaliknya, manajer
tingkat bawah lebih menekan kan pada informasi detil, bukan ringkas. Sedang
berdasarkanjenis keputusan yang diambil,
keputusan yang dibuat oleh manajer tingkat atas lebih tidakterstruktur dibandingkan
keputusan yang diambil oleh manajer tingkat yang lebih rendah. Keputusan yang
terstruktur merupakan keputusan yang sifatnya berulangulang Dan rutin sehingga
unsur-unsurnya lebih mudah untuk dimengerti.
Dengan demikian secara ringkas para
pengguna dan pelaku sistem informasi meliputi :
1. Manajer
2. Non-manajer
3. Orang dan
unit organisasi yang ada dalam organisasi dan lingkungannya.
TREND INFORMASI TERBARU
Trend dari sistem informasi terkini
dari segi teknologi dan manajemen yaitu posel digital/ smartphone, layanan
perangkat lunak online dan cloud computing. Cloud computing ini merupakan
gabungan dari pemanfaatan teknologi (komputasi) dan pengembangan berbasis
internet. Penggunaan aplikasi iPhone dan iPad dalam bisnis, seperti
Salesforce.com; FedEx Mobile; iTimeSheet; Quick Office Connect; Documents to
Go; GoodReader; Evernote; WebEx untuk kepentingan menghadiri pertemuan online,
memeriksa perintah, bekerja dengan file dan dokumen, atau memperoleh intelijen
bisnis. Dari segi organisasi, perubahan yang terjadi adalah penggunaan basis
Web dalam bekerjasama/ berkolaborasi, baik dengan karyawan dan pelanggan.
Bahkan budaya “telework” meningkat dalam lingkungan kerja.
Trend yang dominan dalam Sistem
Informasi
1. Inisiatif dan penanggung jawab tidak lagi
dilakukan hanya oleh CIO (Chief
Information Officer) sendiri, tapi juga oleh Executive Board;
2. Pergeseran peran
IS Department dari sebagai
Application delivery menjadi
System integration dan pengembang infrastruktur;
3. Perkembangan internet
dan intranet menghasilkan world
wide connectivity dan memungkinkan adanya common user interface
untuk semua system.
MANAJEMEN
INFORMASI
Definisi sistem informasi manajemen, istilah yang umum
dikenal orang adalah sebuah sistem manusia/mesin yang terpadu (intregeted)
untuk menyajikan informasi guna mendukung fungsi operasi, manajemen, dan
pengambilan keputusan dalam sebuah organisasi. Sistem ini menggunakan perangkat
keras (hardware) dan perangkat lunak (software) komputer, prosedur pedoman,
model manajemen dan keputusan, dan sebuah “data base”.
Definisi
Manajemen Menurut Para Ahli
Donald W. Kroeber mendefinisikan
Sistem Informasi Manajemen sebagai sejumlah proses dalam menyajikan informasi
kepada para manajer yang digunakan untuk mendukung kegiatan operasional serta
pengambilan sebuah keputusan didalam suatu organisasi.
Senada Dengan Donald W. Kroeber,
Gordon B. Davis juga mengatakan hal yang senada, Gordon B. Davis mengartikan
Sistem Informasi Manajemen sebagai sebuah sistem yang terintegrasi dimana
sistem tersebut menyajikan informasi yang berguna untuk menunjang operasional
manajemen dan berfungsi sebagai bahan pengambilan sebuah keputusan dalam suatu
organisasi. Sistem yang dimaksud memanfaatkan perangkat lunak dan perangkat keras
komputer serta prosedur prosedur yang bersifat manual seperti model untuk
analisa, perencanaan, pengawasan serta pengambilan suatu keputusan.
Sistem Informasi manajemen dapat
digambarkan dalam rupa bangunan piramid.
·
Lapisan Dasar - Terdiri atas informasi dalam
pengolahan transaksi, penjelasan mengenai status dan lain sebagainya
·
Lapiran Kedua - Terdiri atas sumber informasi
didalam mendukung operasional manajemen sehari hari
·
Lapisan Ketiga - Terdiri atas sumber daya sistem
informasi dalam membantu sebuah perencanaan taktis serta pengambilan sebuah
keputusan dalam pengendalian manajemen
·
Lapisan Puncak - Terdiri atas sumber daya informasi
yang bertujuan mendukung sebuah perencanaan serta perumusuan suatu kebijakan
oleh manajemen puncak
MANFAAT MANAJEMEN INFORMASI
Supaya
informasi yang dihasilkan oleh sistem informasi dapat berguna bagi manajamen,
maka analis sistem harus mengetahui kebutuhan-kebutuhan informasi yang
dibutuhkannya, yaitu dengan mengetahui kegiatan-kegiatan untuk masing-masing
tingkat (level) manajemen dan tipe keputusan yang diambilnya. Berdasarkan pada
pengertian-pengertian di atas, maka terlihat bahwa tujuan dibentuknya Sistem
Informasi Manajemen atau SIM adalah supaya organisasi memiliki informasi yang
bermanfaat dalam pembuatan keputusan manajemen, baik yang meyangkut
keputusan-keputusan rutin maupun keputusan-keputusan yang strategis.
Sehingga
SIM adalah suatu sistem yang menyediakan kepada pengelola organisasi data
maupun informasi yang berkaitan dengan pelaksanaan tugas-tugas organisasi.
Beberapa manfaat atau fungsi sistem informasi antara lain
adalah sebagai berikut:
1. Meningkatkan aksesibilitas data yang tersaji secara tepat
waktu dan akurat bagi para pemakai, tanpa mengharuskan adanya prantara sistem
informasi.
2. Menjamin tersedianya kualitas dan keterampilan dalam
memanfaatkan sistem informasi secara kritis.
3. Mengembangkan proses perencanaan yang efektif.
4. Mengidentifikasi kebutuhan-kebutuhan akan keterampilan
pendukung sistem informasi.
5. Menetapkan investasi yang akan diarahkan pada sistem
informasi.
6. Mengantisipasi dan memahami konsekuensi-konsekuensi
ekonomis dari sistem informasi dan teknologi baru.
7. Memperbaiki produktivitas dalam aplikasi pengembangan dan
pemeliharaan sistem.
8. Organisasi menggunakan sistem informasi untuk mengolah
transaksi-transaksi, mengurangi biaya dan menghasilkan pendapatan sebagai salah
satu produk atau pelayanan mereka.
9. Bank menggunakan sistem informasi untuk mengolah cek-cek
nasabah dan membuat berbagai laporan rekening koran dan transaksi yang terjadi.
MANAJEMEN
BIAYA DAN MANFAATNYA
Manajemen
Biaya adalah sistem yang didesain untuk menyediakan informasi bagi manajemen
untuk pengidentifikasian peluang-peluang penyempurnaan, perencanaan strategi,
dan pembuatan keputusan operasional mengenai pengadaan dan penggunaan
suber-sumber yang diperlukan oleh organisasi. Sistem manajemen biaya terdiri
atas semua alat-alat, teknik-teknik, dan metode-metode yang secara bersama-sama
membentuk suatu sistem manajemen biaya.
Tujuan-tujuan Sistem Manajemen Biaya dapat digolongkan
menjadi empat bidang sebagai berikut :
1.
Mengidentifikasikan biaya aktivitaS
2.
Menentukan
efisiensi, efektivitas, dan ekonomi aktivitas-aktivitas
3.
Menyempurnakan
kinerja masa depan
4.
Mencapai ketiga
tujuan tersebut bersama-sama dalam lingkungan perubahan teknologi
Manfaat Sistem Manajemen Biaya membantu manajemen untuk :
1. Merencanakan
dan mengendalikan organisasi.
2. Meningkatkan keterlacakan biaya,
3. Mengoptimumkan
kinerja daur hidup
4. Membuat
keputusan
5. Manajemen investasi
6. Mengukur kinerja dan Mendukung otomasi dan
filosofi pemanufakturan
PERUSAHAAN ASURANSI SEBAGAI
PENYEDIA DAN PENGGUNA INFORMASI
Perusahaan
asuransi biasanya berkomitmen untuk
menjaga privasi konsumen. sebuah perusahaan asuransi tidak akan mengumpulkan informasi apapun yang
mengidentifikasikan identitas pribadi Anda sampai konsumen memutuskan untuk
membeli produk asuransi nya, mendaftar sebagai anggota, dan / atau memberikan
informasi untuk tujuan aplikasi pekerjaan.
Kecuali seperti yang ditentukan
dalam "Pengumpulan Informasi Pribadi" . maka perusahaan tersebut tidak akan mengungkapkan informasi pribadi
Anda kepada pihak ketiga kecuali atas izin Anda atau dalam kondisi khusus.
Perusahaan akan mengambil semua langkah yang wajar untuk memastikan bahwa data
pribadi yang konsumen berikan kepada
perusahaan disimpan dengan baik.
Berikut ini adalah beberapa tujuan informasi pribadi
dikumpulkan oleh Perusahaan asuransi :
a. Penyediaan
dan desain asuransi, jasa keuangan atau produk terkait;
b. Proses dari
setiap kredit, medis, keamanan, pemeriksaan underwriting dan klaim asuransi.
c. Statistik
dan penelitian;
d. Pemasaran
(termasuk pemasaran langsung) asuransi, jasa keuangan atau produk terkait
wealth management oleh Perusahaan tersebut, afiliasinya atau mitra lembaga
keuangan.
Secara umunya Sistem informasi
perusahaan adalah suatu pengorganisasian peralatan untuk mengumpulkan,
menginput, memproses, menyimpan, mengatur, mengontrol, dan melaporkan informasi
untuk pencapaian tujuan perusahaan
MANFAAT
INFORMASI BAGI PERUSAHAAN ASURANSI
Meningkatnya
pertumbuhan dan perkembangan ekonomi di
Indonesia terutama di sektor indutri keuangan tidak lepas dari peran teknologi
dan komunikasi. Di dalamnya juga tidak terlepas dari masyarakat yang berperan
sebagai pengelola dan pengguna lembaga-lembaga keuangan syariah. Untuk
menjalankan mekanisme operasional lembaga-lembaga tersebut maka dibutuhkan SDM
yang mumpuni dengan teknologi yang canggih. Dari sinilah fungsi dan peranan
teknologi sangat penting dalam menjalankan mekanisme operasional
lembaga-lembaga keuangan , khususnya Perbankan dan Asuransi . Bahkan untuk
meningkatkan kualitas kerja dan mutu pelayanan Perbankan dan Asuransi digunakan juga teknologi.
Dalam
perusahaan Asuransi sistem informasi
juga memiliki peranan yang sangat penting. Di antaranya sistem informasi
aplikasi Asuransi yang meliputi sistem
penggunaan komputer yang meliputi sistem informasi keuangan, sistem informasi
konsumen, sistem informasi pendapatan perusahaan Asuransi , sistem informasi
berkonsep , sistem informasi channel management, sistem informasi actuarial and
claim management, sistem informasi finance and assets managemen, sistem
informasi human resources management, sistem informasi corporate management.
Dari uraian
tersebut maka sangatlah jelas bahwa teknologi sistem informasi memiliki peranan
dan fungsi yang sangat penting bagi industri keuangan syariah terutama
Perbankan dan Asuransi Syariah dalam menjalankan aktivitas perusahaannya.
DAFTAR PUSTAKA:
http://tsaraazizah.blog.upi.edu/2015/09/27/rangkuman-bab-i-sistem-informasi-bisnis-global-masa-kini/
thanks Sharingnya..
BalasHapusKomentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapus