PROPOSAL
PERANCANGAN JARINGAN
HOTSPOT SERVER BERBASIS MIKROTIK

OLEH:
NAMA :
Dwi Nur Rahmawati
KELAS : 3KA07
NPM :12113684
PROGRAM STUDI SISTEM INFORMASI
UNIVERSITAS GUNADARMA
DEPOK
2015
KATA PENGANTAR
Puji syukur dipanjatkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat
dan karunia yang tiada henti-hentinya sehingga penulis masih diberi kesempatan
untuk dapat menyelesaikan proposal berjudul “Perancang Jaringan Hotspot Server
Berbasis Mikrotik” . Dengan Shalawat serta salam kita senantiasa curahkan
kepada Nabi Muhammad SAW beserta keluarga dan sahabat
Proposal ini mungkin masih banyak kekurangan baik dari segi tulisan
maupun materi. Untuk itu, saran dan kritik yang bersifat membangun senantiasa
penyusun terima dengan hati terbuka. Semoga tulisan dari makalah ini dapat
memberikan manfaat kepada pembacanya.
Akhir
kata penyusun mengucapkan terima kasih kepada segenap rekan semua yang telah
membantu dalam penyusunan makalah ini. Semoga Allah SWT senantiasa memberkahi
kita semua.
Jakarta
, 17 November 2015
PenyusuN
DAFTAR ISI
KATA
PENGANTAR………………………………………………..
DAFTAR ISI………………………………………………………….
BAB
I PENDAHULUAN
1.1
Latar Belakang
Masalah…………………..………………..
1.2
Pembatasan
Masalah……………………………………….
1.3
Rumusan
Masalah………………………………………….
1.4
Tujuan
Penulisan……………………………………….…..
1.5
Manfaat
Penulisan…………………………………………
BAB
II LANDASAN TEORI
2.1 Jaringan……………….…………………..………………..
2.2 Wi-Fi……………...………………………………………..
2.3 WDS
(Wireless
Distribution System)……………………….
2.4 MikroTik
RouterOS…….………………………………….
2.5 HotSpot……………………………………………………..
BAB
III METODE PENELITIAN
3.1
Tempat dan Waktu Penelitian ...............................................
3.2 Alat dan Bahan ......................................................................
3.3
Prosedur Kerja
.......................................................................
BAB V PENUTUP
4.1 Kesimpulan .....................................................................................
4.2 Saran
...........................................................................................…
DAFTAR PUSTAKA ……………………………………………………..
BAB
I
PENDAHULUAN
1.1 Latar
Belakang Masalah
Dengan luas
kampus yang cukup besar, terdiri dari gedung-gedung kuliah
yang dipenuhi oleh
mahasiswa-mahasiswi, internet sudah menjadi salah satu
kebutuhan pokok setiap hari untuk
menggarap informasi. Maka dari itu
disediakanlah fasilitas HotSpot
bagi mahasiswa untuk mengakses internet.
Dewasa ini banyak system
routing yang digunakan, dari yang gratis(free)
sampai yang berbayar, dari mudah
sampai yang susah dalam sistem konfigurasinya.
Salah satunya
yang akan kita bahas adalah MikroTik RouterOS, yaitu sistem
operasi router yang
sekarang ini banyak di gunakan oleh warnet-warnet, kantorkantor
ataupun instansi-instansi lain. MikroTik
RouterOS merupakan router
network yang handal,
dilengkapi dengan berbagai fitur dan tools, baik untuk
jaringan kabel maupun jaringan
tanpa kabel (wireless). Salah satu fitur yang
disediakan oleh MikroTik yang
akan di bahas adalah Hotspot Server.
1.2 Batasan
Masalah
Adapun batasan
masalah dalam perancangan jaringan hotspot server ini
yaitu :
1. Membahas perancangan HotSpot
server berbasis MikroTik menggunakan
jaringan wireless sebagai
media jaringan HotSpot.
2. Ruang lingkup masalah ini
membahas tentang rancangan sistem jaringan
menggunakan jaringan wireless dengan
WDS (Wireless Distribution
System).
1.3 Rumusan
Masalah
Berdasarkan
latar belakang diatas dapat dirumuskan suatu permasalahan
pada Universitas Abulyatama,
yaitu:
1. Bagaimana membangun sebuah
jaringan wireless berbasis HotSpot dengan
menggunakan MikroTik sebagai server.
2. Bagaimana mengatasi lemahnya
sinyal wireless dengan menambah
repeater sebagai penguat
sinyal.
1.4 Tujuan
Penelitian
Tujuan dari
perancangan jaringan Hotspot ini adalah :
1. Memudahkan mahasiswa untuk
mengakses internet.
2. Mengetahui cara membangun
jaringan Wireless menggunakan WDS
(Wireless
Distribution System).
1.5 Manfaat
Penelitian
Adapun manfaat
dari pembuatan sistem hotspot ini adalah untuk mengetahui
sedikit tidaknya tentang konsep
jaringan hotspot serta konfigurasinya dan sedikit
mengetahui kelebihan dan
kekurangan menggunakan topologi jaringan WDS
(Wireless Distribution System)
BAB
II
LANDASAN TEORI
2.1 Jaringan
Sebuah jaringan
terdiri dari 2 atau lebih komputer yang saling
berhubungan antara satu dengan
yang lain, dan saling berbagi informasi.
Konsep jringan komputer lahir
pada tahun 1940-an di Amerika, dari group
riset Harvard University yang
dipimpin oleh profesor H. Aiken. Pada mulanya
proyek tersebut hanyalah ingin
memanfaatkan sebuah perangkat komputer yang
harus dipakai bersama. Untuk
mengerjakan beberapa proses tanpa banyak
membuang waktu kosong maka
dibuatlah proses beruntun (Batch Processing),
sehingga beberapa program bisa di
jalankan dalam sebuah komputer dengan
kaidah antrian. Ada beberapa
jenis jaringan, yaitu :
1. Local Area
Network (LAN)
LAN adalah jaringan
yang dibatasi oleh area yang relatif kecil, umumnya
dibatasi oleh area lingkungan.
2. Metropolitan
Area Network (MAN)
MAN biasanya
meliputi area yang lebih besar dari LAN, misalnya antar
wilayah dalam satu propinsi yang
menggabungkan jaringan LAN.
3. Wide Area
Network (WAN)
WAN adalah jaringan
yang lingkupnya biasanya sudah menggunakan
sarana satelit ataupun kabel
bawah laut.
(Andrian Tarigan,2009)
2.2 WiFi
Wi-Fi juga ditulis
Wifi atau WiFi adalah sebuah teknologi terkenal yang
memanfaatkan peralatan elektronik
untuk bertukar data secara nirkabel
(menggunakan gelombang radio)
melalui sebuah jaringan komputer, termasuk
koneksi Internet berkecepatan
tinggi. Wi-Fi Alliance mendefinisikan Wi-Fi
sebagai "produk jaringan
wilayah lokal nirkabel (WLAN) apapun yang didasarkan
pada standar Institute of
Electrical and Electronics Engineers (IEEE) 802.11".
Meski begitu, karena kebanyakan
WLAN zaman sekarang didasarkan pada
standar tersebut, istilah
"Wi-Fi" dipakai dalam bahasa Inggris umum sebagai
sinonim "WLAN".
2.3 WDS (Wireless
Distribution System)
Wireless
Distribution System (WDS)
yang disebut juga sebagai Wireless
Repeater merupakan sistem
untuk mengembangkan jaringan nirkabel tanpa harus
menggunakan kabel sebagai backbone
untuk access point, melainkan
memanfaatkan jalur nirkabel dari
access point. Kekurangan repeater adalah bisa
mengurangi performansi wireless
LAN. Repeater harus menerima dan mengirim
setiap frame pada kanal radio
yang sama, mengakibatkan terjadinya peggandaan
jumlah trafic pada jaringan. Hal
ini terjadi jika digunakan banyak repeater.
2.4 MikroTik
RouterOS
MikroTik
RouterOS™ adalah sistem operasi dan perangkat lunak yang
dapat digunakan untuk menjadikan
komputer manjadi router network yang
handal, mencakup berbagai fitur
yang dibuat untuk ip network dan jaringan
wireless, cocok
digunakan oleh ISP dan provider hotspot.
MikroTik adalah perusahaan kecil
berkantor pusat di Latvia, yang
dibentuk oleh John Trully dan
Arnis Riekstins. Tahun 1996 John dan Arnis
memulai dengan sistem Linux dan
MS DOS yang dikombinasikan dengan
teknologi Wireless LAN (W-LAN)
Aeronet berkecepatan 2Mbps di Moldova.
Barulah kemudian melayani lima
pelanggannya di Latvia, karena ambisi mereka
adalah membuat satu peranti lunak
router yang handal dan disebarkan ke seluruh
dunia. Prinsip dasar MikroTik
bukan membuat Wireless ISP (WISP), tapi
membuat program router yang
handal dan dapat dijalankan di seluruh dunia.
Hingga kini,
MikroTik telah melayani sekitar empat ratusan pelanggannya.
Linux yang mereka gunakan pertama
kali adalah Kernel 2.2 yang
dikembangkan secara bersama-sama
dengan bantuan 5 - 15 orang staf R&D
Mikrotik yang sekarang menguasai
dunia routing di negara-negara berkembang.
Selain staf di lingkungan
Mikrotik, menurut Arnis, mereka merekrut juga tenagatenaga
lepas dan pihak ketiga yang
dengan intensif mengembangkan Mikrotik
2.5 HotSpot
Hotspot (Wi-Fi)
adalah salah satu bentuk pemanfaatan teknologi Wireless
LAN pada lokasi-lokasi publik
seperti taman, perpustakaan, restoran ataupun
bandara. Pertama kali digagas
tahun 1993 oleh Brett Steward. Hotspot juga
dikenal dengan istilah captive
portal. Cactive Portal akan menagkap semuatrafik
dari klien dan akan memeriksa
apakah klien tersebut sudah terotentikasi atau
belum untuk menggunakan sumber
daya jaringan. Jika belum maka klien tersebut
akan diperiksa untuk melakukan
otentikasi terlebih dahulu.(Imam Cartealy,2013).
Salah satu fitur
terkenal di dalam mikrotik yang merupakan salah satu
metode untuk memberikan
akses/layanan internet di area public dengan melalui
proses autentikasi seperti yang sudah
disebutkan sebelumnya, media yang
digunakan bisa menggunakan kabel
ataupun wireless. Cara kerja dari hotspot
server ini dalam bentuk
sederhana, hotspot akan melakukan block semua akses
user dan user akan diminta untuk
melakukan login via web browser. Apabila
username dan password yang
diisikan oleh user cocok dengan database hotspot,
maka layanan akses akan
diberikan. Kami akan memberikan contoh konfigurasi
bagaimana cara mengintegrasikan 2
hotspot server yang sudah ada di 2 router
yang berbeda (router A dan router
B) dengan sebuah database UserManager yang
akan terpasang di salah satu
router (router A). (http://mikrotik.co.id)
BAB
III
METODE
PENELITIAN
3.1 Tempat dan
Waktu Penelitian
Penelitian
proyek akhir ini dilaksanakan pada bulan oktober 2015 sampai dengan januari
2016 yang bertempat di Universitas Gunadarma Depok.
|
NO.
|
KEGIATAN
|
2015
|
||
|
1.
|
Studi
Literatur
|
OKTOBER
V
|
NOVEMBER
V
|
DESEMBER
|
|
2.
|
Studi
Lapangan
|
V
|
V
|
|
|
3.
|
Installasi
Perangkat
|
|
V
|
|
|
4.
|
Perancang
an Setting
Pernagkat
|
|
V
|
|
|
5.
|
Evaluasi
|
|
V
|
V
|
|
6.
|
Penulisan
Laporan
|
|
V
|
V
|
3.2 Alat dan
Bahan
Alat dan bahan
yang digunakan dalam proses perancangan dan pembuatan
HotSpot Server adalah
sebagai berikut:
1. Satu Unit PC/Laptop
Latop berfungsi
untuk proses konfigurasi jaringan
2. Router Board MikroTik RB450G
/ MikroTik RouterOS Level 4
Router Board ini berfungsi
sebagai server hotspot dan untuk
manajemen jaringan,dengan level
standart yaitu OS Level 4. Dalam
perancangan ini tidak dibutuhkan
fitur yang banyak, oleh karena itu tidak
dibutuhkan level tinggi untuk
rancangan ini dan juga dengan harga yang
terjangkau.
3. Access Point
AP berfungsi
sebagai media jaringan hotspot. Perangkat yang
digunakan adalah Ubiquiti
NanoStation M2 dengan power yang cukup
besar dan berkualitas tinggi.
4. Kabel UTP Cat6 AMP
Kabel UTP Cat6e
digunakan untuk penghubung jaringan dan juga
power untuk koneksi AP ke POE dan
Router. Dengan merk AMP original
agar penggunaan bisa dalam jangka
waktu yg lama dan untuk mengurangi
masalah pada koneksi kabel.
5. Winbox
Winbox merupakan
aplikasi remote yang di keluarkan mikrotik
sendiri, berfungsi untuk
mempermudah konfigurasi router dengan
tampilan windows.
6. Mozilla Firefox
Mozilla
berfungsi untuk percobaan browsing pada saat request
access internet hingga muncul
halaman login.
3.3 Prosedur
Kerja
Untuk
mendapatkan data dan informasi yang baik dan tepat, maka penulis
menggunakan teknik sebagai
berikut:
1) Studi Literatur
Studi literatur
adalah penelitian yang dilakukan untuk mendapatkan
bahan rujukan berupa referensi
yang bersifat teoristis dari buku-buku dan
sumber bacaan lain yang dapat
mendukung topik.
2) Persiapan software
Tahapan ini
dilakukan persiapan softeware yang mendukung dalam
perancangan sistem jaringan.
3) Pengambilan data lapangan
Data lapangan
dibutuhkan sebagai data untuk perancangan jaringan
Hotspot dan dibutuhkan
data mahasiswa untuk pembentukan User Manager
berupa NIM.
4) Perancangan Jaringan
Seluruh
informasi dan survey lapangan akan dirancang membangun
jaringan HotSpot
5) Analisa Hasil Simulasi
Tahapan ini merupakan
tahapan analisa dari hasil uji coba serta
melakukan perbaikan terhadap
rancangan apabila ditemukan kekurangan atau
kesalahan.
DAFTAR PUSTAKA
Cartealy, Imam.
2013. Tips & Trik Mikrotik Router OS untuk SOHO ANDI
Publisher: Yogyakarta
Herlambang, Moch.
Linto, Catur L, Azis. 2008. Panduan Lengkap Menguasai
Router Masa Depan
Menggunakan MikroTik RouterOS™ .ANDI
Publisher :
Yogyakarta
http://id.wikipedia.org/wiki/MikroTik.
Tanggal akses 6 Juni 2013.
http://mikrotik.co.id/
Tanggal akses 6 Juni 2013.
Tarigan, Andrian. 2009. Bikin Gateway Murah Pakai Mikrotik, Gramedia: Jakarta
Tidak ada komentar:
Posting Komentar