Director: Pete Docter
Writers: Pete Docter
Stars: Amy Poehler (voice), Lewis Black Anger (voice), Bill Hader (voice), Mindy Kaling (voice),
Phyllis Smith (voice)
Sinopsis Mengenai Film Inside Out 2015
Film animasi barat berjudul “Inside Out” ini bercerita tentang anak perempuan berusia 11 tahun
bernama Riley yang memiliki berbagai emosi yang ada dalam tubuhnya. Dalam pikiran Riley,
terdapat 5 wujud emosi yaitu Joy ( bahagia, Amy Poehler ), Fear ( takut, Bill Hader ), Anger (
marah, Lewis Black ), Disgust ( jijik, Mindy Kaling ) dan Sadness ( sedih, Phyllis Smith ).
5 wujud emosi tersebut tinggal di sebuah tempat yang disebut dengan Headquartes ( markas besar
) yaitu pada pusat kendali pikiran Riley yang membimbingnya dalam kehidupan dan kegiatan
sehari-hari. Keadaan pun menjadi berubah ketika Riley harus pindah ke kota San Fransisco untuk
ikut bersama ayahnya. Headquartes pun menjadi kacau saat Riley berusaha beradaptasi dengan
kehidupan di kota tersebut. Sementar Joy berusaha dan tetap untuk optimis, kelima emosi ini
berseteru tentang cara terbaik untuk Riley dalam menghadapi kehidupan kota, rumah, sekolah dan
lingkungan baru.
Jadwal Tayang :
- Movie Tayang: 2015
- Movie Theaters: 19 Juni 2015
- Genre: Animation, CGI, Adventure, Family
- Companies: Disney Pixar (Walt Disney Pictures)
- Official from: disney.com
- IMDB: www.imdb.com/title/tt2096673/
- MPAA Rating: PG
Kali ini Pixar bekerjasama dengan Disney, meluncurkan sebuah film animasi dengan ide yang
segar, cerita yang menyentuh, dan animasi yang colorful. Setting tempat kali ini cukup lain
daripada yang lain, yaitu di dalam kepala manusia. Ada 5 emosi yang ada di dalam kepala kita
yang sudah ada sejak kita lahir, yaitu Joy (Amy Poehler), Sadness (Phyllis Smith), Fear (Bill
Harder), Anger (Lewis Black), dan Disgust (Mindy Kaling). Setiap emosi membantu Riley
(Kaitlyn Dias) agar dapat melalui hidup dengan baik. Contohnya, Joy bertugas agar Riley bahagia,
Fear membuat Riley terhindar dari bahaya, Anger berguna agar Riley berani, dan Disgust
memastikan Riley tidak memakan sesuatu yang membuat ia tidak sehat atau kotor. Emosi yang
sering diremehkan adalah Sadness, karena dianggap hanya membuat Riley sedih.
Setiap kenangan yang dibuat Riley digambarkan menjadi bola-bola ingatan yang berwarna sesuai
para emosi. Karakter Riley juga dibentuk dari pulau-pulau seperti keluarga, olahraga hoki, humor
(kekonyolan), dan persahabatan. Semuanya baik-baik saja, sampai keluarga Riley harus pindah ke
kota lain, yang mengakibatkan pikiran Riley berantakan. Apalagi, Joy dan Sadness secara tidak
sengaja terlempar keluar dari “Headquarters”, sehingga tidak bisa membantu Riley agar tetap
bahagia. Ketika berjuang keras kembali ke “Headquarters”, Joy yang tadinya meremehkan
Sadness, menjadi paham bahwa ada kalanya kesedihan itu berguna dalam hidup Riley.
Inside Out benar-benar mengejutkan dengan ide ceritanya.Secara psikologis, apa yang
disampaikan di Inside Out sudah benar, seperti ingatan jangka pendek dan ingatan jangka panjang.
Dasar ceritanya sebenarnya cukup berat, karena berbicara tentang teknis bagaimana otak manusia
bekerja, dalam hal mengelola ingatan. Sungguh seru menyaksikan “teknis” ini bisa disajikan
secara ringan dan menyenangkan. Banyak hal-hal detail yang juga ditampilkan dengan kreatif,
seperti teman masa kecil imajinatif, pacar imajinatif, sampah ingatan (tempat di mana ingatan
tidak penting dibuang), dunia mimpi, bahkan sampai alam bawah sadar.
Visual film ini sangat bagus, para tokohnya pun mudah diingat dan sangat sesuai dengan emosi
yang diwakilkan.Sebut saja Anger yang di atas kepalanya bisa menyala jika sedang marah. Sayang
secara soundtrack, terasa biasa saja. Sutradara Pete Docter & Ronnie del Carmen memang
menyorot masa-masa perubahan dari anak-anak menuju remaja yang penuh dengan “problema”.
Meskipun film ini ditujukan untuk anak-anak, tapi justru diragukan anak-anak bisa menikmatinya.
Malah kemungkinan, remaja & dewasa yang lebih menyukainya. Secara keseluruhan, diberikan
rating 8/10 @ristiirawan.
MESSAGES BEHIND THE MOVIE
Good: Semua emosi manusia ada manfaatnya. Tidak apa-apa untuk sedih, karena mungkin
setelahnya kita akan lebih bisa menghargai kebahagiaan. Dalam bersosialisasi, jangan pernah
meremehkan siapapun, karena setiap manusia punya perannya sendiri-sendiri.
Bad: Ehm.. efek negatif dari film ini mungkin bisa menginspirasi anak-anak untuk tidak suka
brokoli, takut sama badut, dan meninggalkan rumah jika sedang ada masalah.
NB. Ada beberapa scene yang mungkin tidak cocok untuk anak-anak kecil (seperti tokoh badut
yang menyeramkan). Termasuk film pendek di awal, yang bercerita tentang gunung, sound-nya
cukup berhasil membuat anakku takut (haduh).
PS. Value your memories :)
About these ads
Tidak ada komentar:
Posting Komentar