Senin, 30 November 2015

INSIDE OUT (2015)

Director: Pete Docter

Writers: Pete Docter

Stars: Amy Poehler (voice), Lewis Black Anger (voice), Bill Hader (voice), Mindy Kaling (voice),

Phyllis Smith (voice)

Sinopsis Mengenai Film Inside Out 2015

Film animasi barat berjudul “Inside Out” ini bercerita tentang anak perempuan berusia 11 tahun

bernama Riley yang memiliki berbagai emosi yang ada dalam tubuhnya. Dalam pikiran Riley,

terdapat 5 wujud emosi yaitu Joy ( bahagia, Amy Poehler ), Fear ( takut, Bill Hader ), Anger (

marah, Lewis Black ), Disgust ( jijik, Mindy Kaling ) dan Sadness ( sedih, Phyllis Smith ).

5 wujud emosi tersebut tinggal di sebuah tempat yang disebut dengan Headquartes ( markas besar

) yaitu pada pusat kendali pikiran Riley yang membimbingnya dalam kehidupan dan kegiatan

sehari-hari. Keadaan pun menjadi berubah ketika Riley harus pindah ke kota San Fransisco untuk

ikut bersama ayahnya. Headquartes pun menjadi kacau saat Riley berusaha beradaptasi dengan

kehidupan di kota tersebut. Sementar Joy berusaha dan tetap untuk optimis, kelima emosi ini

berseteru tentang cara terbaik untuk Riley dalam menghadapi kehidupan kota, rumah, sekolah dan

lingkungan baru.



Jadwal Tayang :

- Movie Tayang: 2015

- Movie Theaters: 19 Juni 2015

- Genre: Animation, CGI, Adventure, Family

- Companies: Disney Pixar (Walt Disney Pictures)

- Official from: disney.com

- IMDB: www.imdb.com/title/tt2096673/

- MPAA Rating: PG

Kali ini Pixar bekerjasama dengan Disney, meluncurkan sebuah film animasi dengan ide yang

segar, cerita yang menyentuh, dan animasi yang colorful. Setting tempat kali ini cukup lain

daripada yang lain, yaitu di dalam kepala manusia. Ada 5 emosi yang ada di dalam kepala kita

yang sudah ada sejak kita lahir, yaitu Joy (Amy Poehler), Sadness (Phyllis Smith), Fear (Bill

Harder), Anger (Lewis Black), dan Disgust (Mindy Kaling). Setiap emosi membantu Riley

(Kaitlyn Dias) agar dapat melalui hidup dengan baik. Contohnya, Joy bertugas agar Riley bahagia,

Fear membuat Riley terhindar dari bahaya, Anger berguna agar Riley berani, dan Disgust

memastikan Riley tidak memakan sesuatu yang membuat ia tidak sehat atau kotor. Emosi yang

sering diremehkan adalah Sadness, karena dianggap hanya membuat Riley sedih.

Setiap kenangan yang dibuat Riley digambarkan menjadi bola-bola ingatan yang berwarna sesuai

para emosi. Karakter Riley juga dibentuk dari pulau-pulau seperti keluarga, olahraga hoki, humor

(kekonyolan), dan persahabatan. Semuanya baik-baik saja, sampai keluarga Riley harus pindah ke

kota lain, yang mengakibatkan pikiran Riley berantakan. Apalagi, Joy dan Sadness secara tidak

sengaja terlempar keluar dari “Headquarters”, sehingga tidak bisa membantu Riley agar tetap

bahagia. Ketika berjuang keras kembali ke “Headquarters”, Joy yang tadinya meremehkan

Sadness, menjadi paham bahwa ada kalanya kesedihan itu berguna dalam hidup Riley.

Inside Out benar-benar mengejutkan dengan ide ceritanya.Secara psikologis, apa yang

disampaikan di Inside Out sudah benar, seperti ingatan jangka pendek dan ingatan jangka panjang.

Dasar ceritanya sebenarnya cukup berat, karena berbicara tentang teknis bagaimana otak manusia

bekerja, dalam hal mengelola ingatan. Sungguh seru menyaksikan “teknis” ini bisa disajikan

secara ringan dan menyenangkan.  Banyak hal-hal detail yang juga ditampilkan dengan kreatif,

seperti teman masa kecil imajinatif, pacar imajinatif, sampah ingatan (tempat di mana ingatan

tidak penting dibuang), dunia mimpi, bahkan sampai alam bawah sadar.

Visual film ini sangat bagus, para tokohnya pun mudah diingat dan sangat sesuai dengan emosi

yang diwakilkan.Sebut saja Anger yang di atas kepalanya bisa menyala jika sedang marah. Sayang

secara soundtrack, terasa biasa saja. Sutradara Pete Docter & Ronnie del Carmen memang

menyorot masa-masa perubahan dari anak-anak menuju remaja yang penuh dengan “problema”.

Meskipun film ini ditujukan untuk anak-anak, tapi justru diragukan anak-anak bisa menikmatinya.

Malah kemungkinan, remaja & dewasa yang lebih menyukainya. Secara keseluruhan, diberikan

rating 8/10 @ristiirawan.

MESSAGES BEHIND THE MOVIE

Good: Semua emosi manusia ada manfaatnya. Tidak apa-apa untuk sedih, karena mungkin

setelahnya kita akan lebih bisa menghargai kebahagiaan. Dalam bersosialisasi, jangan pernah

meremehkan siapapun, karena setiap manusia punya perannya sendiri-sendiri.

Bad: Ehm.. efek negatif dari film ini mungkin bisa menginspirasi anak-anak untuk tidak suka

brokoli, takut sama badut, dan meninggalkan rumah jika sedang ada masalah.

NB. Ada beberapa scene yang mungkin tidak cocok untuk anak-anak kecil (seperti tokoh badut 

yang menyeramkan). Termasuk film pendek di awal, yang bercerita tentang gunung, sound-nya 

cukup berhasil membuat anakku takut (haduh).

PS. Value your memories :)

About these ads

Tidak ada komentar:

Posting Komentar